Ayam crispy yang sudah tidak asing namanya, adalah hidangan yang disukai dalam berbagai usaha makanan. Kerenyahan, rasa yang enak, dan penampilannya yang menarik membuatnya jadi pilihan banyak orang dari beragam usia. Karena alasan inilah, banyak pelaku usaha kecil menengah memilih ayam crispy sebagai menu andalan karena potensi bisnisnya sangat besar. Namun, ada tantangan dalam menjaga kerenyahan ayam agar tetap baik dan menghasilkan kualitas yang sama, terutama saat banyak pesanan datang.
Kenapa Ayam Crispy Jadi Menu Favorit dan Peluang Besar untuk UMKM
Tren usaha fried chicken terus berkembang dari waktu ke waktu. Franchise besar maupun usaha lokal berlomba-lomba menciptakan resep ayam crispy yang unik.Membuat ayam dengan tekstur yang renyah dan disukai berbagai kalangan memang menjadi tantangan. Untuk mencapai tekstur yang renyah maka perlu memperhatikan teknik pengolahan dan penggunaan bahan baku yang tepat. Ayam segar dengan tekstur baik akan memberikan hasil akhir yang lebih renyah dan juicy. Hal inilah yang membuat banyak pelaku usaha mengandalkan pemasok ayam berkualitas agar hasilnya konsisten setiap hari.
Persiapan Bahan Utama
Langkah pertama dalam cara membuat ayam crispy adalah memilih bagian ayam terbaik. Bagian paha bawah, sayap, dan dada fillet adalah potongan yang paling sering digunakan karena mudah menyerap bumbu dan cepat matang ketika digoreng. Ketika Anda menggunakan ayam beku dalam proses pembuatan ayam, melakukan proses thawing menjadi sangat penting. Hal ini dilakukan dengan cara ayam dicairkan dari suhu freezer ke suhu chiller agar air yang mencair tidak merusak tekstur ayam mentah. Selain itu, marinasi menjadi langkah yang sangat penting dalam menguatkan rasa dan membuat tekstur ayam lebih juicy setelah digoreng.
Teknik Marinasi Ala Franchise
Ada dua metode marinasi yang biasa digunakan yaitu marinasi basah dan marinasi kering. Marinasi basah dilakukan dengan merendam ayam dalam campuran air dan bumbu selama beberapa jam agar rasa meresap lebih dalam. Marinasi kering dilakukan dengan mengoleskan bumbu langsung ke permukaan ayam tanpa cairan tambahan. Kedua metode ini memberikan hasil berbeda namun sama-sama efektif tergantung jenis menu yang ingin Anda buat. Durasi marinasi ideal berkisar antara dua hingga delapan jam agar bumbu meresap merata tanpa merusak tekstur ayam. Pada skala bisnis, marinasi yang dilakukan dengan benar akan membantu menjaga konsistensi rasa pada setiap bagian ayam.
Cara Pelapisan Tepung yang Benar
Langkah berikutnya adalah pelapisan tepung atau coating. Dalam banyak franchise besar, teknik dry coat dan wet coat adalah metode dasar yang digunakan. Dry coat berarti mengeringkan ayam dengan taburan tepung hingga semua permukaannya tertutup. Ayam kemudian dilapisi dengan adonan basah atau dilakukan coating wet sebelum dilapisi dengan tepung. Dengan melakukan wet coat akan menghasilkan tekstur berlapis dan keriting yang mana menjadi khas bagi stnadar kualitas ayam crispy restoran. Pastikan tepung ditekan ringan lalu dikibas perlahan agar gumpalan kecil tetap terbentuk dan tekstur keriting maksimal. Inilah yang memberikan tekstur renyah saat digoreng.
Teknik Menggoreng Agar Crispy Sempurna
Suhu minyak yang stabil adalah faktor terpenting dalam proses penggorengan, sehingga jangan lupa sertakan temperatur untuk mengukur selama proses penggorengan. Suhu yang disarankan saat menggoreng ayam adalah 160-170 derajat Celcius dan perlahan ditingkatkan, tujuannya agar tepung dapat menempel dan mengeras secara merata.
Teknik deep fry memberikan hasil yang lebih renyah karena ayam terendam penuh dalam minyak sehingga panas masuk dari semua sisi. Untuk UMKM yang ingin hasil lebih cepat, pressure fry atau penggorengan bertekanan dapat digunakan karena membuat daging cepat matang dan lapisan luar tetap crispy tanpa menyerap banyak minyak. Namun, teknik ini membutuhkan peralatan khusus.
Tips Agar Crispy Tahan Lama
Agar ayam crispy tahan lama, tahap resting setelah digoreng sangat penting. Ayam yang telah selesai diproses perlu diletakkan pada rak untuk ditiriskan, sehingga minyak tidak menempel pada bagian bawah ayam. Penumpukan ayam dilakukan saat ayam sudah menurun suhunya agar uap tersebut tidak membuat tepung menjadi lembek. Ilmu ini dapat diterapkan bagi pengusaha kuliner yang menerapkan sistem delivery dengan cara menutup box pengiriman setelah suhu menurun dan gunakan kemasan yang berlubang. Teknik ini akan mempertahankan tekstur crispy ayam dalam waktu yang lebih lama.
FAQ Teknik Ayam Crispy untuk UMKM
Q1: Cara menyimpan ayam crispy agar tetap renyah?
A: Simpan di warmer bersuhu stabil dan gunakan rak tiris untuk menghindari penumpukan uap air.
Q2: Apa campuran tepung untuk kentucky agar renyah tahan lama?
A: Campuran tepung terigu, tepung tapioka, dan sedikit baking powder sering digunakan untuk efek keriting.
Q3: Tepung apa yang bisa membuat crispy?
A: Tepung terigu protein sedang dan tepung tapioka adalah kombinasi umum untuk hasil renyah.
Q4: Apa penyebab ayam krispi keras?
A: Minyak terlalu panas atau lapisan tepung terlalu tebal dapat membuat hasil akhir menjadi keras.
Q5: Bagaimana cara membuat ayam yang alot menjadi empuk?
A: Gunakan teknik marinasi dan hindari overcooking agar tekstur daging tetap lembut.
Q6: Masak ayam biar empuk dikasih apa?
A: Marinasi dengan garam, susu, atau buttermilk dapat membantu melembutkan tekstur daging.
Kesimpulan
Cara membuat ayam crispy renyah ala franchise terkenal membutuhkan kombinasi antara pemilihan bahan baku, teknik marinasi, pelapisan tepung, serta cara menggoreng yang benar. Bagi UMKM, konsistensi adalah kunci agar pelanggan tetap puas dan melakukan repeat order. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menghasilkan ayam crispy yang renyah, gurih, dan tahan lama, sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha Anda. Untuk inspirasi dan tips pengembangan bisnis kuliner lainnya, Anda dapat membaca artikel-artikel berikutnya.


