Strategi Bisnis Kuliner UMKM, Pilih Jualan Outlet atau Online Delivery?

Dalam ranah usaha kuliner UMKM, para pemilik kini dihadapkan pada dua opsi model penjualan yang sama-sama menjanjikan, yaitu menjual melalui outlet fisik dan mengoperasikan bisnis kuliner secara online dengan sistem pengiriman. Perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi telah menyebabkan kedua metode ini tumbuh dengan karakteristik masing-masing.

Sebagian pelanggan tetap menyukai makan langsung di tempat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, sementara sebagian lain lebih memilih pemesanan online yang cepat dan praktis. Oleh karena itu, memahami strategi bisnis kuliner UMKM terbaik sangat penting agar usaha bisa bersaing dan berkembang.

Perubahan Tren Konsumen di Bisnis Kuliner Saat Ini

Pandemi merubah cara konsumen memilih serta menikmati makanan. Banyak individu kini terbiasa memesan makanan secara daring karena lebih cepat dan tidak perlu antri. Kebiasaan ini bertahan meskipun situasi telah membaik. Konsumen saat ini lebih mengutamakan kecepatan, efisiensi, serta kenyamanan saat membeli makanan. Selain itu, persaingan di bisnis kuliner semakin ketat karena semakin banyak pemain baru yang masuk dengan konsep segar dan inovasi menu. UMKM harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini agar tetap relevan.

Apa Itu Jualan Outlet dan Online Delivery?

Model jualan outlet adalah konsep konvensional di mana penjual membuka warung makan, restoran kecil, atau gerai fisik. Dalam model ini, pelanggan datang langsung dan menikmati makanan di tempat. Sementara itu, bisnis kuliner online berbasis delivery berfokus pada penjualan melalui aplikasi seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau bahkan direct order melalui WhatsApp. Banyak UMKM yang hanya memproduksi makanan dari dapur rumah dan menjualnya tanpa harus membuka outlet. Kedua model ini digunakan banyak pelaku usaha kuliner, bahkan beberapa UMKM mengombinasikannya demi jangkauan pasar yang lebih luas.

Baca Juga : Jangan Salah Pilih Supplier Ayam untuk Bisnis UMKM Makanan Online dan Outlite!

Kelebihan dan Tantangan Jualan Outlet

Jualan outlet memiliki kelebihan utama berupa pengalaman makan langsung yang tidak bisa digantikan. Pelanggan dapat merasakan atmosfer tempat, bertemu pemilik, serta mendapatkan brand experience yang lebih personal. Ini membantu membangun loyalitas dan repeat order. Selain itu, outlet memudahkan kontrol kualitas karena semua aktivitas dilakukan di satu lokasi. Namun, tantangannya cukup besar, terutama biaya sewa tempat yang tinggi, investasi awal yang besar, serta biaya operasional seperti listrik, pegawai, dan peralatan. Outlet juga memiliki jangkauan terbatas karena hanya menjangkau pelanggan sekitar lokasi.

Kelebihan dan Tantangan Online Delivery

Bisnis kuliner online menawarkan fleksibilitas tinggi untuk UMKM. Modal yang dibutuhkan relatif kecil karena bisa dijalankan dari rumah tanpa biaya sewa tempat. Jangkauan penjualan semakin luas karena dukungan platform aplikasi pengiriman yang memudahkan pelanggan menemukan berbagai produk. Fleksibilitas jam kerja juga meningkat, sehingga pemilik dapat menyesuaikan waktu operasional mereka.

Namun, bisnis kuliner secara online memiliki tantangan tersendiri. Komisi yang diterima dari aplikasi dapat mengurangi margin keuntungan. Persaingan harga di platform juga lebih ketat. Selain itu, pelaku usaha sangat bergantung pada rating dan review pelanggan. Rating buruk bisa langsung memengaruhi penjualan.

Mana yang Lebih Menguntungkan untuk UMKM?

Keuntungan setiap model bisnis sangat tergantung pada kondisi UMKM itu sendiri. Outlet biasanya lebih cocok untuk usaha yang ingin membangun brand jangka panjang dan memberikan pengalaman makan yang kuat. Jika pemilik memiliki modal besar serta lokasi strategis, membuka outlet bisa memberikan revenue stabil dari pelanggan sekitar.

Namun, untuk UMKM dengan modal terbatas, bisnis kuliner berbasis delivery sering kali lebih menguntungkan karena biaya operasional yang lebih kecil. Profit bisa lebih optimal meskipun pendapatan bergantung pada komisi aplikasi. Beberapa usaha bahkan memulai dari dapur rumah dan setelah penjualan stabil, barulah membuka outlet kecil untuk memperluas pasar.

Strategi Memutuskan Pilihan yang Paling Tepat

Untuk menentukan model penjualan yang paling efektif, UMKM perlu menganalisis kapasitas modal, target pasar, dan tujuan usaha. Apabila pemilik memiliki modal yang cukup besar dan berada di lokasi yang strategis, membuka outlet dapat memberikan pendapatan yang stabil dari pelanggan di sekitar. Namun, untuk UMKM yang memiliki modal terbatas, menjalankan bisnis kuliner berbasis pengiriman sering kali lebih menguntungkan karena biaya operasional yang lebih rendah. Profitabilitas bisa lebih optimal meskipun pendapatan bergantung pada komisi yang diberikan oleh aplikasi.

Kesimpulan

Tidak ada model yang paling benar dalam memilih antara jualan outlet atau online delivery. Semua kembali pada kondisi bisnis, target konsumen, kapasitas modal, dan strategi jangka panjang. UMKM bisa memulai dari delivery untuk mengurangi risiko, lalu meningkat menjadi outlet saat penjualan stabil. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan pelanggan dan melakukan evaluasi berkala agar strategi bisnis kuliner UMKM tetap relevan dan kompetitif. Dengan keputusan yang tepat, UMKM dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki peluang lebih besar dalam menghadapi persaingan di industri kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *